Klenteng Hoo Tong Bio Sebagai Simbol Pluralisme Agama dan Destinasi Wisata Sejarah di Banyuwangi
DOI:
https://doi.org/10.62734/jurnalpuspaka.v1i2.479Keywords:
Klenteng, Pluralisme Agama, Desinasi WisataAbstract
Klenteng Hoo Tong Bio, sebagai salah satu bangunan bersejarah tertua di Banyuwangi menyimpan potensi besar sebagai destinasi wisata sejarah. Penelitian ini bertujuan untuk menggali lebih dalam mengenai sejarah, makna, dan peran klenteng dalam konteks sosial, budaya, dan agama di Banyuwangi. Melalui penelitian ini juga, diharapkan Kelenteng Hoo Tong Bio tidak hanya akan dikenal sebagai tempat ibadah tetapi juga sebagai simbol pluralisme agama dan destinasi wisata sejarah di Banyuwangi yang mampu menarik minat wisatawan domestik maupun mancanegara. Melalui studi literatur, observasi lapangan, dan wawancara dengan pihak terkait, penelitian ini menemukan bahwa Klenteng Hoo Tong Bio memiliki nilai sejarah yang tinggi, baik dari segi arsitektur, artefak, maupun kisah-kisah yang melekat padanya. Pendekatan penelitian ini kualitatif deskriptif dengan teknik pengambilam sampel purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Klenteng Hoo Tong Bio memiliki potensi yang sangat baik sebagai simbol pluralisme agama dan destinasi wisata sejarah, ditandai dengan nilai sejarah yang tinggi dan keunikan arsitekturnya.
References
A. P, K. (2019). UPT Perpustakaan Perpustakaan Universitas Universitas Jember Jember. Asuhan Keperawatan Pada AN.J Dan AN.Z Bronkopneumonia Dengan Masalah Keperawatan Ketidakefektifan Bersihan Jalan Nafas Di Ruang Bougenville RSUD Dr Haryoto LumajangTahun 2018, 1–71.
Analisis, M., Pemetaan, D. A. N., & Sumber, K. (2022). Jurnal Sangkala Vol ( 1 ) No ( 2 ) ( 2022 ). 2016(1), 85–98.
Murdiyanto, E. (2020). Metode Penelitian Kualitatif (Sistematika Penelitian Kualitatif). In
Yogyakarta Press. http://www.academia.edu/download/35360663/METODE_PENELITIAN_KUALITAIF.docx
News, D. (2014). Klenteng Hoo Tong Bio di Banyuwangi Ludes Terbakar. Detiknews. https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-2607010/klenteng-hoo-tong-bio-di-banyuwangi-ludes-terbakar
Ningtyas, I., Pendidikan, M., Universitas, S., Maret, S., Timur, J., Hoo, K., & Tengah, J. (2010). Aktivitas Sosial dan Budaya Etnis Tionghoa di Kelenteng Hoo Tong Bio Banyuwangi 1967-2010. 1–19.
Pemkab Dukung Revitalisasi Klenteng Ho Tong Bio Pasca Kebakaran. (2014). BeritaBwi. https://banyuwangikab.go.id/berita/pemkab-dukung-revitalisasi-klenteng-ho-tong-bio-pasca-kebakaran
Priastuti, I., Lestari, A. F., Lestari, F. I., Oktaviyani, E. M., Rosidah, K., & Sejarah, P. (2024). History of Tan Hu Cin Jin and the founding of Hoo Tong Bio Temple. 1, 1–7.
Rachman, A., & Setyawan, M. A. (2019). Potensi Pariwisata Religi di Kabupaten Banyuwangi. Jurnal Sains Manajemen Dan Bisnis Indonesia, 9(2), 203–214. http://jurnal.unmuhjember.ac.id/index.php/SMBI/article/download/2881/2225
Suharyanto, A., & Matondang, A. (2018). Makna Upacara Cheng Beng Pada Masyarakat Etnis Tionghoa Di Medan. Prosiding Seminar Nasional Pakar, 21–26. https://doi.org/10.25105/pakar.v0i0.2691